Ads 468x60px

Friday, February 8, 2013

Konseling Berhenti Merokok Promkes RS Sinjai




BERHENTI MEROKOK
Rokok mengandung 40.000 bahan kimia, 200 diantaranya beracun dan 43 penyebab kanker. Racun utama pada rokok adalah Nikotin, Tar dan Karbon Monoksida (CO)
FAKTA - FAKTA
Saat ini penyakit karena penggunaan tembakau menduduki peringkat 9 penyebab utama kematian di dunia.
Pada tahun 2005, kematian akibat rokok mencapai 5 juta orang di dunia, dan diprediksi akan meningkat 25 juta pada tahun 2010, dan 70% terjadi di negara berkembang.
Di Indonesia, tembakau membunuh 427,948 perokok pada tahun 2005, biaya kesehatan untuk mengobati penyakit akibat rokok sebesar 154,84 triliun yaitu 4,5 x cukai rokok yang hanya sebesar 32,6 triliun.
Sekitar 70% dari 3000 orang tersebut terpapar asap rokok saat berada di tempat umum.

BAHAYA ROKOK
Rokok mengandung 4000 bahan kimia, 200 diantaranya beracun dan 43 penyebab kanker. Racun utama pada rokok adalah Nikotin, Tar dan Karbon Monoksida (CO).

Nikotin adalah zat adiktif (menimbulkan kekambuhan) yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
DAMPAK RACUN ROKOK
 Efek racun rokok membuat penghisap asap rokok mengalami resiko lebih besar (dibanding yang tidak menghisap asap rokok) sebagai berikut :
14 kali menderita kanker paru-paru, mulut dan tenggorokan.
4 kali menderita kanker lambung.
2 kali kanker kandung kemih/kelamin
2 kali serangan jantung.

Rokok juga meningkatkan resiko kematian bagi penderita penyakit paru dan gagal jantung, impotensi serta tekanan darah tinggi terutama pada wanita hamil
TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK
 Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi ada disekitar (dalam jangkauan) asap rokok. Efek asap rokok bagi perokok pasif ada dua macam yaitu efek langsung dan tidak langsung.
Efek langsung, seperti iritasi mata, batuk-batuk, pusing dan mual-mual. Bagi penderita asthma bisa menurunkan fungsi paru. Efek yang ditimbulkan 3 kali lebih berbahaya dari pada perokok aktif.
Efek tidak langsung, perokok pasif memiliki peningkatan resiko terkena kanker sebanyak 25%.

Pada bayi bisa mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau kematian mendadak. Calon ibu yang merokok atau terpapar asap rokok saat mengandung menyebabkan berbagai kelainan saat melahirkan seperti kekurangan berat badan, posisi janin tidak benar, kecacatan dan lain-lain. Pada anak-anak asap rokok dapat menyebabkan Pneumonia (radang paru-paru), Bronchitis, Asthma, Infeksi telinga dan lain-lain. Sedangkan bagi orang dewasa menyebabkan berbagai jenis kanker seperti kanker paru-paru dan kanker panyudara, sinus (radang pada hidung), penyakit jantung, menurunkan fungsi hati, sampai menurunkan fungsi seksual (impotensi).
 MENGAPA HARUS BERHENTI MEROKOK
 Ada 5 alasan harus berhenti merokok, yaitu:
 1. Finansial
Jika anda merokok sehari 1 bungkus dengan harga Rp. 7.500,- dalam sebulan anda perlu Rp. 225.000,- atau Rp. 2.700.000,- dalam satu tahun. Rokok menduduki peringkat kedua setelah makanan pada anggaran belanja rumah tangga.
 2. Penampilan
Dengan tidak merokok, fisik anda akan lebih segar dan bergairah.
 3. Kesehatan
Tidak merokok menghindarkan diri dari 10 jenis kanker dan 13 jenis penyakit.
 4. Gaya Hidup
Tidak merokok sudah menjadi gaya hidup sehat dan alami yang menjadi trend di masyarakat.
 5. Larangan dari Orang Terdekat
Istri/Suami dan orang yang anda cintai menghendaki anda untuk tidak merokok.
KEUNTUNGAN BERHENTI MEROKOK DAPAT SEGERA DIRASAKAN
6 JAM setelah berhenti merokok, denyut nadi dan tekanan darah kembali normal.
12 Jam setelah berhenti merokok, Karbonmonoksida (CO), meninggalkan sistem Peredaran darah dan pernapasan.
1 Hari setelah berhenti merokok, tekanan darah lebih rendah dan kegiatan jantung lebih kuat.
5-15 Tahun setelah berhenti merokok, resiko serangan jantung menurun sampai setengah dibandingkan dengan perokok pasif
10 Tahun setelah berhenti merokok, resiko stroke menurun sampai setengah dibandingkan dengan perokok aktif.
15 Tahun setelah berhenti merokok, resiko kanker paru menurun sampai tingkat bukan perokok jika berhenti sebelum timbul penyakit.
TIPS BERHENTI MEROKOK
Kurangi Jumlah Batang Rokok Yang dihisap perhari.
Jauhi tempat dimana banyak perokok
Gantilah kebiasaan pegang rokok
Giat berolahraga
Kurangi tidur larut malam
Minum sari jeruk
Kuatkan niat untuk berhenti merokok dan tetapkan tanggal kapan akan berhenti.




Comments
1 Comments

1 komentar:

Post a Comment